Archive for the ‘Sistem Informasi Manajemen’ Category

outsourcing

Outsourcing berasal dari bahasa Inggris yang berarti “alih daya”. Outsourcing mempunyai nama lain yaitu “contracting out” merupakan sebuah pemindahan operasi dari satu perusahaan ke tempat lain. Hal ini biasanya dilakukan untuk memperkecil biaya produksi atau untuk memusatkan perhatian kepada hal lain.
Pendekatan out-sourcing merupakan penyerahan tugas atau pekerjaan yang berhubungan dengan operasional perusahaan ataupun pengerjaan proyek kepada pihak ketiga atau perusahaan ketiga dengan menetapkan jangka waktu tertentu dan biaya tertentu dalam proses pengembangan proyeknya. Read the rest of this entry »

cosourcing

Merupakan jenis hubungan pekerjaan dan aktivitas, dimana hubungan antara perusahaan dan rekanan lebih erat dari sekedar hubungan outsourcing biasa. Dengan cara ini, keberhasilan pekerjaan seakan-akan menjadi tanggung bersama, termasuk juga resiko ketidakberhasilan.
Kelebihan :
1. biaya pengembangan akan lebih murah karena biaya ditanggung bersama perusahaan patner (sharing cost)
2. sharing knowledge antar organisasi
3. perencanaan pengembangan lebih terpadu dan holistik
Kelemahan:
1. Rahasia perusahaan diketahui patner
2. Keamanan system
3. Perbedaan kepentingan organisasi
4. Program bersifat general
5. Harus menyesuaikan dengan hardware dimasing-masing organisasi

in sourcing

Saat ini banyak perusahaan yang mengadakan sistem informasi dengan cara melakukan pengembangan sendiri atau yang dikenal dengan istilah in-sourcing. In-sourcing adalah suatu model pengembangan dan dukungan sistem teknologi informasi yang dilakukan oleh para pekerja di suatu area fungsional dalam organisasi (misalnya Akunting, Keuangan, dan Produksi) dengan sedikit bantuan dari pihak spesialis sistem informasi atau tanpa sama sekali. Model ini dikenal juga dengan istilah end-user computing atau end-user
development. Pengembangan ini dilakukan oleh para spesialis sistem informasi yang berada dalam departemen EDP (Electronic Data Processing), IT (Information Technology), atau IS (Information System). Pengembangan sistem umumnya dilakukan dengan menggunakan SDLC (Systems Development Life Cycle) atau daur hidup pengembangan sistem. Dengan menggunakan SDLC ini, organisasi akan mengikuti 6 langkah penting, yang mencakup berbagai tahapan berikut :
Kelebihan :
a. Sistem dapat dipilih menyesuaian dengan kebutuhan organisasi
b. Cocok diintegrasikan dengan lebih baik terhadap sistem yang sudah ada
c. Proses pengembangan sistem dapat dikelola dan dimodifikasi serta dikontrol keamanan akses (security acces)
d. Pemakai (user) mengendalikan pembuatan sistem
e. Mudah meng-upgrade tambahan aplikasi yang dikehendaki
f. Umumnya sistem merupakan perangkat lunak yang berkualitas tinggi karena sudah dilakukan uji-coba sebelum diserahkan, sehingga kemungkinan terkena bug sangat kecil.
g. Dapat dijadikan sebagai keunggulan kompetitif (competitif advantage)
h. Dokumentasi lebih lengkap
Kelemahan :
a. Mengembangkan sistem baru memerlukan waktu relatif yang lama karena dimulai merancang dari awal.
b. Kesulitan dalam menyatakan kebutuhan perusahaan pengembangan memahami mereka dan seringkali hal ini membuat para pengembang merasa putus asa.
c. Ketersediaan SDM yang ahli dalam bidang TI dan SI sangat terbatas
d. Memmerlukan pelatihan bagi operator dan programer
e. Sistem tidak selalu memenuhi dengan standar jaminan mutu
f. Ada kemungkinan paket tidak mendukung fungsi-fungsi yang spesifik dalam perusahaan
g. Evaluasi paket sistem menyita waktu dan banyak biaya

Search
Archives

You are currently browsing the archives for the Sistem Informasi Manajemen category.